Menyelami Keindahan Bunaken

Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

BERKUNJUNG ke Bunaken adalah ritual wajib saat mampir ke Manado. Daerah yang merupakan bagian dari Taman Laut Nasional Bunaken itu sudah tersohor keindahannya hingga ke mancanegara.
Bunaken merupakan nama sebuah pulau yang terletak di Teluk Manado. Luasnya tak lebih dari 8 km2. Pulau ini merupakan bagian dari Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.
Di sekitar Pulau Bunaken, terdapat Taman Laut Nasional Bunaken (TLNB) yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua, salah satu taman laut dengan keragaman biota tertinggi di dunia.
Sedikitnya, Laut Bunaken dihuni lebih dari 3.000 spesies ikan, dengan segala macam bentuk dan warna yang memukau. Di antaranya ikan kuda gusumi, ikan oci putih, ikan lolosi ekor kuning, ikan goropa, ikan ila gasi, dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula beraneka jenis moluska seperti kima raksasa, kepala kambing, nautilus berongga, dan tunikates.
Terdengar asing kan nama-nama biota laut itu. Benar juga kata pepatah: ‘Tak kenal maka tak sayang’. Karena itu, Anda harus melihatnya langsung, sekaligus melihat keindahan terumbu karang yang terjaga habitatnya di sana.
Wilayah Taman Laut Nasional Bunaken secara keseluruhan memiliki luas 75.265 hektare. Luasan tersebut terdiri dari lima pulau, yaitu Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, dan Pulau Naen. Kendati demikian, Bunaken-lah kata kunci pariwisata TLNB.

Menyelam
Pariwisata utama yang ditawarkan oleh TLNB adalah wisata selam.
Sedikitnya, TLNB memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.
Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju ke sana bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter.
Dari Pelabuhan Manado, kita bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, Pulau Bunaken 30 menit, Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit. Sementara dari Marina Blue Banter, kita bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan NDC menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakanspeed boat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk TLNB.
Wisatawan yang berniat bermalam di sana bisa memilih tempat menginap yang terdiri dari berbagai resor maupun homestay. Ada pula jasa penyewaan alat selam berikut instruktur untuk mengajari pengunjung menyelam. Instruktur menyelam yang ada di TLNB rata-rata sudah menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis. (*/M-7)

~ oleh vinayunita pada Oktober 30, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: